Celah Pasar
Celah Trading, Aturan Broker
dan Mekanisme Pasar

Keputusan ombudsman dibatalkan pengadilan — perkara latency arbitrage

Tergantung KontrakBukti A — PrimerTiga keputusan FOS dibatalkan, perkara dikembalikan

TF Global Markets (UK) Ltd (t/a ThinkMarkets), R (on the application of) v Tan & Ors [2020] EWHC 3178 (Admin) — Administrative Court, 25 November 2020

Ringkasan

Sekitar tiga puluh akun disuspensi dan profitnya ditahan atas kecurigaan memakai robot untuk mengeksploitasi selisih harga platform. FOS memenangkan tiga klien yang mengadu. Pengadilan membatalkan ketiga keputusan FOS itu.

BerkasApa yang terjadi

Para pihak
Penggugat: TF Global Markets (UK) Limited (ThinkMarkets). Tergugat: Financial Ombudsman Service Limited. Pihak berkepentingan: Samuel Tan, Gianmarco Fedele, dan Elene Rivers. Hakim: HHJ Karen Walden-Smith, bersidang sebagai Hakim High Court.
Tuduhan
Broker menuduh sejumlah akun memakai algoritma atau robot untuk mengenali jeda harga dan mengeksploitasi price latency — selisih waktu yang sangat pendek pada informasi harga. Istilah yang dipakai dalam berkas perkara mencakup hedge-faking scalper robots.
Skala
Sekitar tiga puluh akun disuspensi pada November 2017, termasuk ketiga pengadu. Jumlah yang ditahan pada ketiga aduan tersebut adalah €70.000, €14.000, dan £18.000.
Tahap pertama
FOS mengabulkan ketiga aduan.
Putusan pengadilan
Pada 25 November 2020 pengadilan membatalkan ketiga surat keputusan final FOS. Pengadilan menemukan ombudsman keliru menafsirkan syarat dan ketentuan platform: ombudsman menuntut pembuktian pada standar “lebih mungkin terjadi daripada tidak”, padahal kontrak memberi broker diskresi untuk bertindak atas dasar kecurigaan yang wajar. Pengadilan juga menegaskan bahwa klausul harus dibaca dalam konteks kontrak secara keseluruhan, bukan sebagai latihan literalis atas satu klausul, dan bahwa menilai apakah klien melakukan arbitrase bukanlah keputusan yang menjadi kewenangan FOS.
Akibatnya
Perkara dikembalikan untuk dipertimbangkan ulang, dengan pertanyaan yang berbeda: apakah broker menjalankan diskresi kontraktualnya secara wajar.
Kenapa ini penting
Putusan ini memindahkan letak pertanyaannya. Yang diperiksa bukan lagi “apakah klien terbukti melakukan arbitrase”, melainkan “apakah diskresi broker dijalankan secara wajar” — kerangka yang dalam hukum kontrak Inggris dikenal sebagai Braganza duty. Konsekuensinya berjalan dua arah: ambang yang harus dipenuhi broker lebih rendah dari pembuktian penuh, tetapi diskresinya tetap dapat diuji dan tidak boleh dijalankan secara sewenang-wenang.

Koreksi redaksi: Berkas ini menggantikan versi sebelumnya di situs kami yang menyimpulkan perkara ini sebagai kemenangan trader. Kesimpulan itu keliru: kemenangan di tahap ombudsman dibatalkan pada tahap judicial review. Berkas ini kemudian ditulis ulang lagi setelah kami menautkan salinan putusan primernya, yang menambahkan skala perkara dan dasar pembatalan yang lebih tepat.

Sumber & gradasi bukti (5)tutup

TerkaitCelah dan berkas lain

Keranjang: Trader vs Broker. Ditinjau terakhir: 25 Agustus 2026.

Legenda status & gradasi bukti — buka
Legal Secara UmumUmumnya sah menurut hukum bila dilakukan tanpa penipuan, manipulasi, atau pelanggaran kontrak.
Tergantung KontrakDapat sah menurut hukum, tetapi bergantung pada perjanjian broker, aturan platform, atau syarat promosi yang berlaku pada akun tersebut.
Dilarang PlatformDilarang secara tegas oleh perjanjian broker atau platform yang bersangkutan.
Zona Abu-AbuPerlakuannya belum jelas, masih diperdebatkan, sangat bergantung pada fakta, atau berbeda antar yurisdiksi.
Berpotensi ManipulasiDapat melibatkan harga artifisial, order yang menyesatkan, likuiditas semu, atau gangguan terhadap integritas pasar.
Berpotensi FraudDapat melibatkan pernyataan palsu, dokumen palsu, penyembunyian identitas, atau penipuan yang disengaja.
Belum DiverifikasiHanya bersandar pada forum, laporan komunitas, klaim anonim, atau blog komersial.
A — PrimerRegulator, pengadilan, ombudsman, perjanjian resmi, peraturan perundangan, atau kumpulan data primer.
B — ProfesionalRiset akademis, analisis firma hukum, audit, atau riset industri yang diakui.
C — Media IndustriJurnalisme keuangan bereputasi atau publikasi spesialis.
D — AnekdotalForum, media sosial, laporan komunitas, klaim anonim, atau blog komersial.